TikTok untuk kantor hukum: edukatif dan sesuai etika
Kantor hukum bisa memakai TikTok untuk menjelaskan konsep hukum umum dengan bahasa sederhana, menunjukkan alur proses hukum, dan memperkenalkan timnya, sambil mematuhi kode etik. Edukasi yang hati-hati membangun kepercayaan, lalu klien datang lewat jalur konsultasi yang jelas.
Cek aturan sebelum posting pertama
Advokat biasanya terikat kode etik soal promosi, cara menghubungi calon klien, dan kerahasiaan, dan aturannya bisa berbeda tergantung organisasi advokat. Sebelum merencanakan konten, baca aturan yang berlaku untukmu dan diskusikan dengan rekan senior atau bagian yang mengurus kepatuhan.
Prinsip yang umum antara lain tidak membuat klaim menyesatkan, tidak menjanjikan hasil, dan tidak menawarkan jasa dengan cara yang menekan. Konten edukasi umum biasanya lebih aman daripada konten yang berjualan.
Enam ide video yang mendidik dengan aman
Apa yang terjadi saat konsultasi pertama: jelaskan prosesnya, dokumen yang perlu dibawa, dan pertanyaan yang mungkin diajukan advokat. Ini mengurangi rasa takut untuk menghubungi.
Istilah hukum diterjemahkan: jelaskan satu istilah dari kontrak atau persidangan dengan bahasa sehari-hari, sambil mengingatkan bahwa penerapannya tergantung situasi.
Mitos dari sinetron: bandingkan adegan di film atau sinetron dengan jalannya proses hukum secara umum. Menghibur tanpa menyentuh kasus nyata.
Kebiasaan soal dokumen: tips umum seperti membaca perjanjian sebelum tanda tangan atau menyimpan bukti kesepakatan tertulis, termasuk chat. Praktis dan berguna bagi banyak orang.
Kenalan dengan tim: perkenalkan advokat dan staf, bidang praktiknya, dan alasan mereka memilih bidang itu. Orang memilih orang, bukan logo.
Mengenal gedung pengadilan: tunjukkan suasana umum pengadilan atau kantor pendaftaran, di area yang memang boleh direkam. Tempat yang menakutkan jadi terasa lebih jelas.
Yang tidak boleh masuk kamera
Jangan pernah membahas perkara klien, walau disamarkan, atau mengomentari kasus berjalan dengan cara yang bisa mengungkap identitas siapa pun. Hindari kalimat seperti 'pasti menang' atau 'hasil dijamin', dan jangan menampilkan testimoni kalau aturanmu membatasinya.
Jangan menjawab pertanyaan hukum spesifik di komentar seolah memberi nasihat. Ucapkan terima kasih, jelaskan bahwa jawabannya tergantung detail, dan ajak mereka berkonsultasi secara pribadi.
Mengubah kepercayaan jadi konsultasi
Tulis bidang praktik dan lokasi kantor dengan jelas di profil, dengan satu cara untuk meminta konsultasi, misalnya formulir atau nomor WhatsApp kantor. Sematkan video yang menjelaskan alur kontak pertama dan apakah konsultasi awal berbayar atau tidak.
Kelompokkan video edukasi per bidang, misalnya keluarga atau bisnis, supaya orang dengan pertanyaan tertentu bisa menemukan video yang relevan. Cantumkan catatan singkat bahwa video berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum.
Pertanyaan umum
Apakah pantas kantor hukum ada di TikTok?
Bisa pantas, asalkan kontennya akurat, sopan, dan sesuai kode etik. Banyak orang mencari jawaban di media sosial, dan kantor yang berhati-hati bisa jadi sumber yang terpercaya di sana.
Bolehkah membalas orang yang menceritakan masalah hukumnya di komentar?
Balasan publik sebaiknya tetap umum dan tidak memberi nasihat atas fakta spesifiknya. Ajak mereka menghubungi kantor secara pribadi, demi kerahasiaan mereka dan posisi profesionalmu.